Petisi Bebaskan Florence Sihombing bermunculan

Petisi Bebaskan Florence Sihombing bermunculan.

Florence Sihombing telah ditahan oleh Polda DIY berkaitan dengan postingannya yang melecehkan Yogyakarta. Saat ini bermunculan petisi yang mengharapkan Florence untuk dibebaskan.
Petisi tersebut bertuliskan “Bebaskan Florence Sihombing”. Tri Agus Susanto Siswowiharjo (selaku penggagas petisi). Petisi ini lalu disebarluaskan diberbagai sosmed lainnya. Walaupun demikian, belum begitu banyak dukungan yang didapatkan petisi tersebut, baru 205 orang.
http://hotworldsnews.blogspot.com/2014/08/petisi-bebaskan-florence-sihombing.html
Florence Sihombing marah di media social  mengenai pelayanan publik di kota itu (Yogyakarta). Tapi Ia sudah meminta maaf, namun ia malah dijerat oleh pasal UU ITE dengan ancaman 6 tahun penjara. Florence sekarang ditahan oleh Polda DIY. Dalam menangani kasus ini, Polda DIY sangatlah cepat tanggap. sementara untuk kasus yang lainnya yang yang lebih parah di Yogyakarta tidak ditangani secepat ini.” Begitu kurang lebih petisi Bebaskan Florence Sihombing.

(Baca juga: Alasan Polda DIY menahan Florence)

Kampanye yang dilaksanakan dengan topik Bebaskan Florence Sihombing juga bermunculan di Twitter. Dukungan yang diberikan untuk Florence Sihombing agar dia dibebaskan juga datang dari Butet Kartaredjasa. Seniman Yogya ini menilai apa yang dilakukan polisi dengan menahan Florence justru malah memalukan Yogyakarta sendiri..
Butet mengatakan langkah yang diambil polisi dengan menahan Florence karena dinilai melecehkan orang Yogya adalah sebagai langkah kontraproduktif. Oleh karena itu,Butet meminta Florence untuk dibebaskan.
“Sangat memalukan, sungguh,” sampai Butet di dalam sosmed facebooknya yang berisikan SMS-nya kepada Kapolda DIY.

Kapolda DIY menyampaikan terima kasih atas perhatian Butet dan menjawab, “Saya bisa memahami berbagai reaksi beragam yang muncul berkaitan dengan permasalahan ini.”

<<Back                                                                                                                          Next>>

Alasan Polda DIY menahan Florence Sihombing.

Alasan Polda DIY menahan Florence Sihombing.

JAKARTA - Koalisi Masyarakat Sipil, menilai bahwa apa yang dilakukan oleh  Polda DIY yang menahan Florence Sihombing, mahasiswa S2 FH UGM yang beberapa waktu lalu melecehkan kota serta warga Yogyakarta melalui sosmed Path-nya.

Polda DIY seharusnya melihat dan menguji Florence patut untuk ditahan atau tidaknya.


http://hotworldsnews.blogspot.com/2014/08/alasan-polda-diy-menahan-florence.html
Alex Argo Hernowo (DAPHSK) menanggapi bahwa apa yang dilakukan Polda DIY itu berlebihan, berkenaan bahwa Florence sudah mengutarakan permintaan maafnya kepada semua pihak melalui akun sosmednya.
"Kasus Florence tersebut menambah daftar bad practice penanganan kasus-kasus pelecehan yang dijerat oleh UU ITE oleh aparat hukum. Selain itu selayaknya pihak kepolisian mengutamakan upaya damai antar pelapor dengan FS," kata Alex, Minggu (31/8/2014).
Alex juga menyampaikan, selain menebarkan kengerian di dalam masyarakat, hal ini juga berpotensi membatasi kebebasan dalam mengekspresikan diri.
"Tindakan yang dilakukan oleh kepolisian tidak semestinya dilakukan penahanan. Polda DIY seharusnya melihat dan menguji Florence patut untuk ditahan atau tidaknya," tegasnya.
Disinyallir, Polda DIY telah resmi menahan Florence pada Sabtu (30/8/2014) pukul 14.00 WIB yang mana setelah dia bersama kuasa hukumnya menghadiri pemanggilan pemeriksaan oleh Reskrimsus Polda DIY.
Direskrimsus Polda, Kombes Kokot Indarto, mengatakan perlakuan penahanan dilaksanakan disebabkan kepolisian menilai terlapor non-koorporatif (tidak mau bekerja sama), adanya kekhawatiran dia akan melarikan diri, dan mengulangi tindakannya dan menghilangkan barang bukti yang ada.

(Baca juga: Petisi Bebaskan Florence Sihombing)

"Dalam hal ini, terlapor (FS) menolak untuk menandatangani berita acara pemeriksaan (BAP) dan ini sudah terdapat saksi dari korban ataupun publik" katanya.
Penahanan tersebut adalah proses karena pelapor yang berasal dari berbagai komunitas di Yogyakarta dan dari pihak Florence juga tiada usaha untuk berdamai.
"Oleh karena itu perkara tersebut tetap akan ditindaklanjuti" ungkapnya.
Penahanan Florence Sihombing (FS) disebabkan Florence yang bernada menghina warga Yogyakarta melalui akun path-nya.

Pada hari itu, Rabu (27/8/2014), Florence yang bertujuan mengisi bensin motor Honda Scoopy nya, , di SPBU Lempuyangan, Yogyakarta. Manakala itu, antrian kendaraan motor sangat panjang.
Hal ini membuat Florence memutuskan menuju antrian khusus untuk mobil. yang sedang mengantri mengisi Pertamax. Tak disangka, petugas SPBU tidak berkenan mengisikan BBM itu ke tangki motor Florence.
Petugas SPBU lalu meminta Florence agar mengantri pada antrian motor saja.
Mungkin karena kesal, akhirnya Florence curhat di sosmed path-nya  "Jogja mi***, to**l, dan tak berbudaya. Teman-teman Jakarta-Bandung jangan mau tinggal Jogja," ungkap Florence.

(Baca juga: Florence, mahasiswa S2 FH UGM yang menghina Yogyakarta)


<<Back                                                                                                                         Next>>

Ibu Florence Sampai Menangis Dua Hari Tidak Bisa Tidur

Ibu Florence Sampai Menangis Dua Hari Tidak Bisa Tidur

Florence  Sihombing (FS), seorang mahasiswi FH S2 UGM yang menghina kota dan warga Yogyakarta dengan status di media sosial Path, memaparkan bahwa, ibunda Florence, Boru Sinaga sudah dua hari ini tidak tidur dan terus saja menangis. Ibunya tersebut sama sekali tidak menyangka bahwa begitu banyak serangan dan terror dialami oleh putri sulungnya.
Keluarga juga baru mengetahui berita, ancaman dan serangan-serangan yang dialami oleh Florence, dari keluarga yang berada di Jakarta.
http://hotworldsnews.blogspot.com/2014/08/ibu-florence-sampai-menangis-dua-hari.html
"Ibu saya memang tidak begitu bisa mengikuti perkembangan di media social (Sosmed). Ia juga tak tahu apa itu Twitter atau Path. Kami coba menghubungi Florence, ia malah berusaha menenangkan keluarga dan mencoba untuk mengatasi sendiri masalahnya tersebut,".
Namun, pihak keluarga tetap tidak tega hanya melihat serangan demi serangan yang ditujukan kepada Florence. Pemberitaan yang beredar di televisi, media sosial, dan juga jejaring pertemanan terasa sangat begitu menyakitkan bagi mereka. "Mengerikan komentarnya, nggak tega buat lihat teror-teror yang ditujukan ke dia. Mulai dari plat nomor kendaraan motornya, NIK sert alamat kos juga disebarkan. Kami tetap terus pantau dan harus kami lihat sendiri beritanya, agar tahu jalan ceritanya," katanya.
Ia pun sudah mencoba googling nama saudarinya tersebut dan begitu sangat terkejut begitu dia mengetahui bahwa hingga pada halaman pencarian ke-13 situs pencarian Google, yang berisi tentang pemberitaan yang negatif mengenai Florence. "Dia sudh di-bully habis-habisan.  Dia hanya bisa curhat. Florence itu baik hanya saja memang dia suka agak blak-blakan," katanya. (mom)

Ibu Florence Juga ikut Minta Maaf atas tindakan putrinya tersebut

Boru Sinaga, Ibunda dari Florence Sihombing, warga Medan yang jadi sorotan berita di Yogyakarta, meminta maaf atas tindakan bodoh anaknya tersebut.
Florence, pemilik akun Path yang kini menjadi pembicaraan di berbagai media sosial, kini ditahan oleh petugas Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda DI Yogyakarta, Sabtu (30/8).
Beberapa hari yang lalu, Florence menuliskan di akun Path-nya dengan kata-kata kasar yang bernada menghina kota dan warga Yogya. Karena tulisannya itu, Florence kini diteror) di berbagai media sosial.
Florence kini sudah meminta maaf kepada para warga Yogyakarta atas pernyataan salahnya di akun Path miliknya. Ia mengaku bahwa ia sangat menyesal atas tindakannya itu dan berjanji untuk tidak akan mengulanginya lagi.
Pada hari Jumat malam kemarin, Florence sudah berjanji untuk memberikan klarifikasi resminya kepada Tribun. Via BlackBerry Messsenger. Ia bersedia dihubungi oleh Tribun sekitar pukul 20.00 WIB, karena sejak sore hari dia sudah berada di Polda DIY.
Florence berada di Polda DIY berkenaan untuk membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Namun, saat FS  coba dihubungi pada pukul 20.00 WIB, nomor ponselnya sudah tidak aktif. Tribun masih terus mencoba hingga pukul 00.30 WIB dini hari.
Tribun masih terus mencoba untuk menelusuri kediaman orangtua Florence Sihombing di kota Medan. Saat Tribun tiba di rumahnya (FS) di Kecamatan Medan Perjuangan,ada seorang perempuan yang mengenakan pakaian piyama  putih menyambut Tribun. Ia lalu menanyakan maksud kedatangan Tribun untuk bertemu keluarga Florence.
Perempuan tersebut lalu menuturkan kepada Tribun bahwa orangtuanya (FS) dalam perjalanan untuk menuju Bandar, hendak berangkat ke Yogyakarta.
"Bapak dan Ibu menuju Kualanamu," jelasnya, kemarin, sekitar pukul 12.00 WIB. Keluarganya tersebut baru tahu bahwa Florence ditahan kemarin pagi.
Seorang perempuan, yang kemudian diketahui sebagai saudari Florence, telah bersedia menyambungkan Tribun via telepon seluler (HP) kepada ibunda Florence, Boru Sinaga.
"Tolong jangan diberitakan identitas keluarga ini. Sudah banyak sekali yang harus dihadapi kini," tukasnya. Dengan menggunakan smartphone (hp pintar) milik saudari Florence, Tribun lalu berbincang-bincang dengan ibunda Florence.
"Saya, beserta keluarga, minta maaf dan mohon dukungannya. Saya pun tidak bisa ngerti-ngerti apa yang sedang terjadi di internet, di media sosial. Kok bisa jadi  begini," tuturnya.
Tak berapa lama kemudian, suara dari ibunda Florence itu berubah menjadi parau disertai sesenggukan. "Saya benar-benar tidak tahu siapa yang bisa membantu kami. Saya hanya bisa untuk berdoa dan mengandalkan Tuhan. Semoga diberi jalan keluarnya dan mudah-mudahan Florence juga diberikan kesempatan kedua," kata Boru Sinaga tersebut.
Setelah penjelasan singkatnya itu, ia menyudahi pembicaraan dengan Tribun karena alasan pesawat segera take off (lepas landas).

<<Back                                                                                                                             Next>>

Hina Jogja, Florence Akhirya Minta Maaf Setelah Jadi Bulan-bulanan di Media Sosial

Hina Jogja, Florence Akhirya Minta Maaf Setelah Jadi Bulan-bulanan di Media Sosial

Mahasiswa FH S2 UGM, Florence yang saat ini sedang heboh menjadi buah bibir di berbagai sosmed akhirnya buka mulut juga.

Melalui media surat elektronik (e-mail) yang di tujukan kepada Tribun Jogja, ia mengungkapkan rasa penyesalannya dan meminta maaf kepada publik.
http://hotworldsnews.blogspot.com/2014/08/hina-jogja-florence-akhirya-minta-maaf.html
"Saya juga beserta keluarga dan teman-teman saya yang bersangkutan meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada segenap warga Yogyakarta atas perkataan Saya di Path. Saya merasa sangat menyesal atas tindakan bodoh saya tersebut dan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan Saya," ungkapnya dalam surat elektronik (email) tersebut.
Setelah itu, pemilik nama lengkap Florence Sihombing ini juga ikut serta mengungkapkan permintaan maaf pada pihak civitas akademika kampus UGM.
"Saya juga meminta maaf kepada pihak kampus UGM, khususnya adalah Fakultas Hukum, dosen-dosen serta segenap akademisi FH UGM, meski Saya tidak pernah membawa-bawa nama kampus UGM. Saya juga tidak tahu siapa-siapa oknum yang telah mendramatisir dan menyebarluaskan status Path Saya tersebut, identitas dan kontak Saya beserta teman-teman Saya," ujarnya (FS) lagi.
Dikabarkan sebelumnya, bahwa postingan di dalam akun path atas nama Florence yang bernada sangat menghina kota dan warga Yogya tersebut ternyata berawal dari lokasi Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU).
Rabu (27/8/2014), saat Florence hendak mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) Honda Scoopy miliknya di SPBU Lempuyangan, Yogyakarta. Manakala itu, antrian kendaraan panjang terutama motor.
Antrian panjang tersebut membuat Florence memutuskan untuk menuju antrian mobil saja. Deretan panjang mobil ini juga sedang mengantri mengisi bahan bakar Pertamax.
Namun, oleh petugas SPBU kemudian menolak untuk mengisikan BBM non subsidi itu ke dalam tangki motor Scoopy Florence .
"Saat itu, seluruh pengendara motor yang mengantri langsung menyoraki tingkah Florence," kata Hendra Krisdianto, seorang fotografer dari Tribun Jogja yang saat itu kebetulan berada di SPBU.
Petugas SPBU tadi lantas meminta Florence untuk ikut serta mengantri di antrian motor saja.
Tidak terima, mucullah postingan cetar Florence yang bernada sangat kasar.
"Jogja miskin, t***l, dan tak berbudaya. Teman-teman Jakarta-Bandung jangan mau tinggal Jogja," ungkap Florence di dalam akun path miliknya.

Ia bahkan nekad menyebut bahwa tindakan petugas SPBU tersebut sebagai sebuah tindakan diskriminasi.

(Baca juga: ibu Florence menangis 2hari tidak bisa tidur)


<<Back                                                                                                                             Next>>

Pengacara Mengakui Bahwa Florence Stres Berat

Pengacara Mengakui Bahwa Florence Stres Berat

Juru bicara yang sekaligus jadi pengacara Florence Sihombing, Wibowo Malik, menyebutkan bahwa kliennya (FS) tidak dapat hadir dalam jumpa pers yang dilaksanakan pada Jumat (29/8/2014), karena alasan keamanan dirinya.

http://hotworldsnews.blogspot.com/2014/08/pengacara-mengakui-bahwa-florence-stres.html
Wibowo menjelaskan, setelah diperdebatkan di berbagai media sosial, Wibowo mengatakan bahwa Florence mendapat banyak sekali teror. Saat ini, menurut dia (Wibowo), Florence pun tengah mengalami stres yang sangat berat.
"Sebelumnya saya minta maaf, Florence tidak jadi hadir ke sini (jumpa pers) dikarenakan alasan keamanan. Florence juga banyak mendapat ancaman teror," ujar Wibowo di dalam acara jumpa pers yang dilangsungkan di Kalui Cafe.
Wibowo juga menuturkan bahwa saat ini Florence menerima banyak teror, baik ancaman secara fisik maupun secara mental. Apalagi, ada juga lembaga dan komunitas yang melaporkan dirinya ke pihak yang berwajib.
"Kita tidak dapat menyangkal bahwa jika kita berada di posisi itu (FS) secara psikis juga akan tertekan," tuturnya.
Wibowo harap masyarakat untuk tidak lagi mengirimkan tekanan maupun ancaman apapun terhadap kliennya (FS) tersebut. Karena, saat ini kliennya (FS) sudah secara dengan tulus meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya itu.
"Kami mohon masyarakat tidak lagi melakukan teror. Kami juga sangat berharap agar lembaga yang melaporkan kasus ini dapat berbesar hati dan mencabut laporannya atas FS," tandasnya.
Sebelumnya juga telah diberitakan bahwa Florence lewat juru bicaranya (jubir) menyatakan permintaan maafnya kepada Sultan, seluruh warga Yogyakarta serta pihak kampus UGM atas tulisan di media sosial Path miliknya itu.

Dalam permintaan maafnya tersebut, Florence memohon agar warga Yogya dan UGM mau memberikannya kesempatan untuk bisa memperbaiki diri serta menyelesaikan kuliahnya disana.

(Baca juga: Akhirnya Florence Minta Maaf)


<<Back                                                                                                                           Next>>

Florence Mahasiswa S2 yang sudah Menghina Warga Yogya Akhirnya Dilaporkan ke Pihak Berwajib

Florence Mahasiswa S2 yang sudah Menghina Warga Yogya Akhirnya Dilaporkan ke Pihak Berwajib.

Seorang mahasiswa s2 UGM di Yogyakarta berani menghina kota beserta warga Yogyakarta hanya dikarenakan antrian di SPBU.

http://hotworldsnews.blogspot.com/2014/08/florence-dilaporkan-pihak-berwajib.html
Rabu (27/8/2014), Berawal kisah saat Florence yang hendak pergi mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk motornya, di SPBU Lempuyangan, Yogyakarta.
Mana kala itu, antrian di SPBU untuk kendaraan bermotor cukup panjang.
Panjangnya jalur antrian untuk kendaraan motor yang mengular tersebut membuat Florence memutuskan untuk menuju ke dalam antrian mobil saja. Deretan demi deretan mobil ini sedang mengantri untuk mengisi bahan bakar Pertamax. Tak disangka, saat itu petugas SPBU kemudian menolak untuk mengalirkan BBM non subsidi itu ke tangki motor Scoopy Florence.
Lalu, petugas SPBU tersebut lantas meminta Florence ikut antri di antrian motor.
Merasa geram, Florence curhat di akun path-nya dengan nada kasar dan menghina.
“Jogja miskin, tol**, dan tak berbudaya. Teman-teman Jakarta-Bandung jangan mau tinggal Jogja,” begitu tulisannya di sosmed miliknya itu.
Ia juga sempat menyebutkan bahwa tindakan petugas SPBU itu dinilai sebagai sebuah diskriminasi.

(Baca juga: Ternyata Florence serobot antrian)

Dosen FH UGM pun Ikut Mengomentari Kicauan Bising Florence

Heribertus Jaka Triyana (seorang Dosen Fakultas Hukum Internasional UGM), juga ikut mengomentari atas kasus yang saat ini sedang hot dibicarakan di berbagai media sosial terkait kicauan Florence terhadap kota dan warga Yogya. Florence sendiri saat ini dikabarkan adalah berstatus mahasiswa S2 di UGM.
Menggunakan jejaring facebooknya, Heribertus Jaka Triyan A dengan sangat tegas menghimbau bahwa seorang mahasiswa itu ya seharusnya lebih bisa berhati-hati dalam berbicara. Apalagi jika yang dibicarakan itu berkaitan dengan melecehkan orang lain.
"Seluruh mahasiswa FH UGM, Dihimbau untuk bisa lebih berhati-hati lagi dalam berbicara. Akademik akan bertindak jika bicara Anda ngawur serta melecehkan orang lain dan pihak lainnya. Tunggu Sdri FS, mhs MKN...temuan ini akan kami tindaklanjuti," tukasnya.

(Baca juga: inilah tindakan yang dilakukan pihak UGM terhadap Florence)


<<Back                                                                                                                            Next>>

Florence Ternyata Juga Main Serobot Antrian SPBU

Florence Ternyata Juga Main Serobot Antrian SPBU

Perilaku tercela Florence Sihombing ternyata bukanlah hanya sebuah makian buruk di Path terhadap kota Jogja dan warganya yang sedang heboh di internet saat ini.
http://hotworldsnews.blogspot.com/2014/08/florence-ternyata-juga-main-serobot.html
Dari sumber Time Line Twitter dengan tema 'Florence Sihombing' terungkap juga bahwa mahasiswi S2 ini juga ternyata menyerobot antrian saat hendak mengisi BBM di SPBU Lempuyangan Yogyakarta Rabu (27/8) kemarin.

komentar demi komentar yang hilir mudik di Twitter, Florence memang diduga 'nyelonong alias nyerobot' antrian tanpa menghiraukan orang yang sudah antri lebih dulu. Hal ini juga diperkuat pada komentarnya di Path dan foto yang beredar di Twitter yang diduga kuat adalah foto Florence saat detik-detik menyerobot antrian pengisian di SPBU tersebut.

Wartawan KRjogja.com yang kebetulan sedang berada di lokasi menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana Florence yang menyerobot dalam antrian mobil. Saat kejadian itu, banyak mobil yang antri untuk mendapatkan Pertamax Dex, tiba-tiba ada sebuah motor yang dikendarai oleh Florence menyerobot ke dalam antrian mobil. Meski sudah dijelaskan petugas SPBU bahwa motor harus antri di bagian motor, namun Florence tetap saja ngeyel. Pantas saja petugas SPBU itu tetap tidak mau melayani Florence dan memintanya untuk antri di bagian sepeda motor saja. Akhirnya, dengan kesal mahasiswa S2 UGM ini pergi dan tidak jadi isi di SPBU tersebut.

(Baca juga: Pengacara Mengakui Bahwa Florence Stres Berat)


<<Back                                                                                                                           Next>>

Inilah Tindakan yang dikeluarkan UGM untuk sanksi terhadap Florence

Inilah Tindakan yang dikeluarkan UGM untuk sanksi terhadap Florence.

Apa kata pihak kampus??

Universitas Gadjah Mada (UGM) telah menyatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti berkenaan Florence Sihombing yang kini sedang booming di berbagai media sosial. Hal tersebut berkaitan dengan status yang dituliskan Florence di akun media social path-nya yang bermakna menghina kota serta warga Yogyakarta.
http://hotworldsnews.blogspot.com/2014/08/tindakan-yang-dikeluarkan-ugm-kepada-florence.html
"Mungkin dari prodi nantinya akan ada pembinaan untuk Florence supaya berperilaku lebih baik lagi," kata Wijayanti (Humas UGM,) Kamis (28/8).
Untuk sekarang ini, pihak kampus sendiri memang belum memberikan tindakan apa pun berkaitan dengan hal itu. Namun, ada kemungkinan besar nantinya, tak akan sampai pada langkah hukum.
"Ini bukanlah tindak pidana. Jadi kalau untuk sanksi, tidak ada. Cuma kita bina saja," kata dia.
Untuk menangani kasus yang seperti ini biasanya akan diawali dengan pemberian nasihat dulu. Jadi, dengan begitu mahasiswa yang bersangkutan tersebut nantinya akan dipanggil dan diajak berbicara langsunng oleh dosen pembimbing dan pihak rektorat. 
"Ini perkiraan saya dari kejadian yang sudah-sudah. Dipanggil dosen pembimbing lalu diberikan nasihat," papar dia.
Wijayanti benar mengakui kalau memang ada seorang yang bernama Florence Sihombing yang saat ini tercatat sebagai status mahasiswa S2 Notariat di Fakultas Hukum. "Dia (saat ini) tercatat masih tahun kedua di sini. Tapi saya juga belum lihat orangnya (secara langsung), apakah benar itu dia," paparnya.
Nama Florence kini menjadi sangat ramai dibicarakan di berbagai media sosial. Di akunnya,sendiri Florence menulis status yang menyinggung kalangan warga Yogyakarta. Terang saja, berbagai makian perempuan yang diduga berkuliah di UGM itu langsung menjadi pembicaraan netizen (sebutan penduduk internet).

(Baca juga: Florence ternyata stress Berat)


Dalam lingkungan media sosial beredar kabar, kalau kekesalannya itu berasal lantaran penolakan oleh petugas SPBU untuk mengisikan pertama untuk sepeda motorya. Keengganan petugas itu dikarenakan ia (FS) menyela pelanggan lain lalu menyerobot jalur antrian pertama untuk mobil.
Saat kejadian itu, pelanggan yang sudah mengantri lebih dulu langsung saja menyorakinya. Sehingga membuat Florence malu dan membatalkan niatnya tadi untuk mengisi bensin di SPBU itu lantas langsung pergi.

(Baca juga:  Florence akhirnya minta maaf)


<<Back                                                                                                                             Next>>