Ibu Florence Sampai Menangis Dua Hari Tidak Bisa Tidur

Ibu Florence Sampai Menangis Dua Hari Tidak Bisa Tidur

Florence  Sihombing (FS), seorang mahasiswi FH S2 UGM yang menghina kota dan warga Yogyakarta dengan status di media sosial Path, memaparkan bahwa, ibunda Florence, Boru Sinaga sudah dua hari ini tidak tidur dan terus saja menangis. Ibunya tersebut sama sekali tidak menyangka bahwa begitu banyak serangan dan terror dialami oleh putri sulungnya.
Keluarga juga baru mengetahui berita, ancaman dan serangan-serangan yang dialami oleh Florence, dari keluarga yang berada di Jakarta.
http://hotworldsnews.blogspot.com/2014/08/ibu-florence-sampai-menangis-dua-hari.html
"Ibu saya memang tidak begitu bisa mengikuti perkembangan di media social (Sosmed). Ia juga tak tahu apa itu Twitter atau Path. Kami coba menghubungi Florence, ia malah berusaha menenangkan keluarga dan mencoba untuk mengatasi sendiri masalahnya tersebut,".
Namun, pihak keluarga tetap tidak tega hanya melihat serangan demi serangan yang ditujukan kepada Florence. Pemberitaan yang beredar di televisi, media sosial, dan juga jejaring pertemanan terasa sangat begitu menyakitkan bagi mereka. "Mengerikan komentarnya, nggak tega buat lihat teror-teror yang ditujukan ke dia. Mulai dari plat nomor kendaraan motornya, NIK sert alamat kos juga disebarkan. Kami tetap terus pantau dan harus kami lihat sendiri beritanya, agar tahu jalan ceritanya," katanya.
Ia pun sudah mencoba googling nama saudarinya tersebut dan begitu sangat terkejut begitu dia mengetahui bahwa hingga pada halaman pencarian ke-13 situs pencarian Google, yang berisi tentang pemberitaan yang negatif mengenai Florence. "Dia sudh di-bully habis-habisan.  Dia hanya bisa curhat. Florence itu baik hanya saja memang dia suka agak blak-blakan," katanya. (mom)

Ibu Florence Juga ikut Minta Maaf atas tindakan putrinya tersebut

Boru Sinaga, Ibunda dari Florence Sihombing, warga Medan yang jadi sorotan berita di Yogyakarta, meminta maaf atas tindakan bodoh anaknya tersebut.
Florence, pemilik akun Path yang kini menjadi pembicaraan di berbagai media sosial, kini ditahan oleh petugas Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda DI Yogyakarta, Sabtu (30/8).
Beberapa hari yang lalu, Florence menuliskan di akun Path-nya dengan kata-kata kasar yang bernada menghina kota dan warga Yogya. Karena tulisannya itu, Florence kini diteror) di berbagai media sosial.
Florence kini sudah meminta maaf kepada para warga Yogyakarta atas pernyataan salahnya di akun Path miliknya. Ia mengaku bahwa ia sangat menyesal atas tindakannya itu dan berjanji untuk tidak akan mengulanginya lagi.
Pada hari Jumat malam kemarin, Florence sudah berjanji untuk memberikan klarifikasi resminya kepada Tribun. Via BlackBerry Messsenger. Ia bersedia dihubungi oleh Tribun sekitar pukul 20.00 WIB, karena sejak sore hari dia sudah berada di Polda DIY.
Florence berada di Polda DIY berkenaan untuk membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Namun, saat FS  coba dihubungi pada pukul 20.00 WIB, nomor ponselnya sudah tidak aktif. Tribun masih terus mencoba hingga pukul 00.30 WIB dini hari.
Tribun masih terus mencoba untuk menelusuri kediaman orangtua Florence Sihombing di kota Medan. Saat Tribun tiba di rumahnya (FS) di Kecamatan Medan Perjuangan,ada seorang perempuan yang mengenakan pakaian piyama  putih menyambut Tribun. Ia lalu menanyakan maksud kedatangan Tribun untuk bertemu keluarga Florence.
Perempuan tersebut lalu menuturkan kepada Tribun bahwa orangtuanya (FS) dalam perjalanan untuk menuju Bandar, hendak berangkat ke Yogyakarta.
"Bapak dan Ibu menuju Kualanamu," jelasnya, kemarin, sekitar pukul 12.00 WIB. Keluarganya tersebut baru tahu bahwa Florence ditahan kemarin pagi.
Seorang perempuan, yang kemudian diketahui sebagai saudari Florence, telah bersedia menyambungkan Tribun via telepon seluler (HP) kepada ibunda Florence, Boru Sinaga.
"Tolong jangan diberitakan identitas keluarga ini. Sudah banyak sekali yang harus dihadapi kini," tukasnya. Dengan menggunakan smartphone (hp pintar) milik saudari Florence, Tribun lalu berbincang-bincang dengan ibunda Florence.
"Saya, beserta keluarga, minta maaf dan mohon dukungannya. Saya pun tidak bisa ngerti-ngerti apa yang sedang terjadi di internet, di media sosial. Kok bisa jadi  begini," tuturnya.
Tak berapa lama kemudian, suara dari ibunda Florence itu berubah menjadi parau disertai sesenggukan. "Saya benar-benar tidak tahu siapa yang bisa membantu kami. Saya hanya bisa untuk berdoa dan mengandalkan Tuhan. Semoga diberi jalan keluarnya dan mudah-mudahan Florence juga diberikan kesempatan kedua," kata Boru Sinaga tersebut.
Setelah penjelasan singkatnya itu, ia menyudahi pembicaraan dengan Tribun karena alasan pesawat segera take off (lepas landas).

<<Back                                                                                                                             Next>>

0 comments:

Post a Comment